Tentang Bedelau

Profil

Sanggar Seni Zapin dan Workshop Perajin Gambus BEDELAU dimulai oleh Tengku Firdaus Alsahab pada tahun 2002. Berawal keinginan kuat untuk melestarikan alat musik tradisional melayu, ia mulai membuat gambus hingga puluhan buah tanpa kepastian akan pasar dan pembelinya. Hingga pada suatu hari datanglah seorang  bernama Bpk. Haji Endang Sukarelawan yang menjadi pembeli pertama gambus Bedelau. Sejak saat itu, ia semakin bersemangat memproduksi gambus selodang khas melayu ini.

Pria yang akrab di sapa  Tengku Abah ini  sehari-harinya berprofesi sebagai guru. Sampai saat ini workshop bedelau telah memproduksi lebih dari 400 buah gambus berbagai jenis dan ukuran. Gambus-gambus produksinya telah tersebar hampir ke seluruh penjuru nusantara dan bahkan telah melanglangbuana hingga ke mancanegera.

Pendirian bangsal dan workshop sanggar Bedelau sendiri berawal dari keinginan Abah untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya melayu, khususnya melalui seni tari dan musik gambus. Nama "bedelau" sendiri dalam dialek melayu pesisir Riau bermakna: bagus, cantik, indah. Selain memproduksi gambus dan perlengkapan lainnya seperti rebab dan gendang. Abah juga aktif membina kelompok tari zapin yang kerap di undang untuk menngisi berbagai acara budaya dan tradisi, khususnya di Kabupaten Siak Sri Indrapura.

Sila kunjungi Bangsal Kerja Kami untuk melihat proses pembuatan kerjinan gambus dan produk lainnya.