Tentang Gambus

Gambus Melayu

Gambar Gambus MelayuGambus melayu biasa dimainkan untuk mengiringi tari zapin. Jika dibandingkan dengan gambus Hadramaut, ukuran gambus melayu lebih kecil, ramping dan memiliki bentuk yang sedikit membulat. Bagian penutup perut gambus melayu biasanya terbuat dari kulit kambing. Ciri utama gambus melayu adalah keseluruhan body utama gambus merupakan satu bagian yang dibentuk dengan proses pahatan, yang terdiri dari kepala gambus, telinga untuk stelan tali gambus, leher gambus, perut gambus dan bagian ekor gambus. Sebagian perut gambus yang dipahat biasanya ditutup dengan lembaran papan tipis yang umumnya menggunakan kayu keladang. Beberapa gambus jaman dahulu menyertakan tulisan ayat-ayat alquran di bagian kulitnya. Jenis lainnya hanya polos atau diwarnai sama dengan badan gambus.

jenis-jenis gambus melayuGambus melayu umumnya memiliki tujuh “telinga gambus” yang dipasakkan pada kepala gambus. Bentuk kepala dan desain perut gambus melayu juga berbeda-beda di tiap daerah, mengikuti budaya setempat. Kepala gambus di Indonesia berbeda dengan Malaysia dan Brunai yang umumnya lebih sederhana. Di Indonesia, kepala gambus biasanya menggambarkan simbol-simbol seperti burung, bunga atau kepala hewan, yang mewakili motologi penting masing-masing daerah. Gambus Indonesia biasanya memiliki leher yang lebih kecil dan panjang, sedangkan gambus semenanjung Malaysia relative lebih pendek.Semua gambus melayu memiliki bagian ekor untuk pegangan tali senar. Gambus melayu Malaysia umumnya memiliki satu buah lobang bunyi kecil dibagian papan suara depannya, juga ada lubang suara di bagian belakang gambus yang biasanya ditempatkan sedikit di bagian bawah perut gambus.

Ukuran panjang keseluruhan gambus umumnya sekitar 1 meter (lebih-kurang), dengan ketebalan 10-15 cm dan lebar 20-25 cm. Bagian depan leher rata dengan bagain bawah perut yang ditutupi oleh kulit kambing sekitar 30 cm. Gambus melayu umumnya terbuat dari kayu Nangka (Artocarpus heterophyllus), cempedak (Artocarpus integer) dan Cengal (Neobalanocarpus heimii). Jenis kayu ini banyak dan mudah ditemukan di Sumatera, Semenanjung Malaysia dan Kalimantan. Dipilih sebagai bahan gambus karena tekstrur kayu yang lebih lunak dan mudah dipahat, selain itu juga karena jenis-jenis kayu tersebut cukup kuat, ringan dan tidak berubah bentuk atau retak ketika kering.

Selain bentuk yang berbeda, setelan nada gambus tiap-tiap daerah juga berbeda. Namun biasanya terdiri atas 4 nada. Di Malaysia dan sebagian besar Indonesia, setelan nada gambus adalah ADGC, sementara di Kepulauan Riau setelannya GDGC. Ada pula stelan lainnya adalah dengan urutan nada G, A dan B- lalu diikuti DAE.

(sumber: di sadur dan diterjemahkan dari tulisan Larry Francis Hilarian, National Institute of Education, Singapore)